Thursday, December 25, 2014

Kumpulan Humor Abu Nawas 15: Abu Nawas Mati

Kumpulan Humor Abu Nawas 15: Abu Nawas Mati 
Kumpulan Humor Abu Nawas 15 - Abu Nawas Mati
Kumpulan Humor Abu Nawas 15
Abu Nawas Mati 

Kumpulan Humor Abu Nawas 15 menceritakan kisah cerita atau story sang si cerdik segudang ide-ide yang di milikinya siapa lagi kalau bukan si sufy Abu Nawas, ada pun tema kisah cerita ini tentang  Abu Nawas Mati, di saat "Suamiku, para prajurit kerajaan tadi pagi mencarimu." "Ya istriku, ini urusan gawat. Aku baru saja menjual Sultan Harun Al Rasyid menjadi budak." "Apa?..." 


"Raja kujadikan budak!" "Kenapa kau lakukan itu suamiku." "Supaya dia tahu di negerinya ada praktek jual beli budak. Dan jadi budak itu sengsara." "Sebenarnya maksudmu baik, tapi Baginda pasti marah. Buktinya para prajurit diperintahkan untuk menangkap kamu." "Menurut kamu apa yang akan dilakukan Sultan Harun AL Rasyid kepadaku," "Pasti kau akan dihukum berat." 

"Gawat, aku akan mengerahkan ilmu yang kusimpan." Abu Nawas masuk ke dalam, ia mengambil air wudhu lalu mendirikan sholat dua rakaat. Lalu berpesan kepada istrinya apa yang harus dikatakan bila Baginda datang. Tidak berapa lama kemudian tetangga Abu Nawas geger, karena istri Abu Nawas menjerit-jerit. "Ada apa?" tanya tetangga Abu Nawas sambil tergopoh-gopoh. 

"Huuuuuu...suamiku mati....!" "Hah?'''' Abu Nawas mati?..." "Iyaaaa..., !" Kini kabar kematian Abu Nawas tersebar ke seluruh pelosok negeri. Baginda terkejut. Kemarahan dan kegeraman beliau agak susut mengingat Abu Nawas adalah orang yang paling pintar, menyenangkan dan menghibur Baginda Raja. Baginda Raja beserta beberapa pengawal beserta seorang tabib (dokter) istana, segera menuju rumah Abu Nawas. 

Tabib segera memeriksa Abu Nawas. Sesaat kemudian ia nnmberi laporan kepada Baginda bahwa Abu Nawas memang telah mati beberapa jam yang lalu. Setelah melihat sendiri tubuh Abu Nawas terbujur kaku tak berdaya, Baginda Raja marasa terharu dan meneteskan air mata. Beliau bertanya kepada istri Abu Nawas. "Adakah pesan terakhir Abu Nawas untukku?..." 

"Ada Paduka yang mulia." Kata istri Abu Nawas sambil mengangis. "Katakanlah!" kata Baginda Raja. "Suami hamba, Abu Nawas memohon sudilah kiranya Baginda Raja mengampuni semua kesalahannya dunia akhirat di depan rakyat." Kata istri Abu Nawas terkata-kata. "Baiklah kalau itu permintaan Abu Nawas." kata Baginda Raja menyanggupi. 

Jenazah Abu Nawas diusung di atas keranda. Kemudian Baginda Raja mengumpulkan rakyatnya di tanah lapang. Beliau berkata, "Wahai rakyatku, dengarkanlah bahwa hari ini aku. Sultan Harun Al Rasyid telah memaafkan segala kesalahan Abu Nawas yang telah diperbuat terhadap diriku dari dunia hingga akhirat. Dan kalianlah sebagai saksinya." 

Tiba-tiba dari dalam keranda yang terbungkus kain hijau terdengar suara keras, "Syukuuuuuuuur.... !" Seketika pengusung jenazah ketakukan, apalagi melihat Abu Nawas bangkit berdiri seperti mayat hidup. Seketika rakyat yang berkurnpul lari tunggang langgang, tertubrukan dan banyak yang jatuh terkilir. Abu Nawas sendiri segera berjalan ke hadapan Baginda Pakaiannya yang putih-putih bikin Baginda keder juga. 

"Kau.... kau.... sebenamya mayat hidup atau memang kau hidup lagi?" tanya Baginda dengan gemetar. "Hamba masih hidup Tuanku. Hamba mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengampunan Tuanku." "Jadi kau masih hidup?" "Ya, Baginda. Segar bugar, buktinya kini hamba merasa lapar dan ingin segera pulang." 

"Kurang ajar! Ilmu apa yang kau pakai Abu Nawas?..." "Ilmu dari mahaguru sufi guru hamba yang sudah meninggal dunia." "Ajarkan ilmu itu padaku..." Tidak mungkin Baginda, Hanya guru hamba yang mampu melakukannya. Hamba tidak bisa mengajarkannya sendiri," Dasar pelit!" Baginda menggerutu kecewa.